
Sesudah kunjungan ke Ogilvy PR Consultant, kita menuju kantor koran Suara Pembaruan. Di sana kami disambut oleh Bapak Zainuri selaku Redaktur Bahasa. Kami diajak berkeliling kantor. Di kantor kami melihat banyak sekali tumpukan macam-macam koran contohnya INDO POS, KOMPAS, Harian Republika, dan lain-lain. Saat ditanya untuk apa tumpukan koran tersebut, Bapak zainuri menjelaskan bahwa bukan berarti Suara Pembaruan ingin mencontek tetapi Suara Pembaruan mengumpulkan koran-koran tersebut untuk membandingkan supaya tidak terjadi kekeliruan (misalnya kesamaan judul). Suara Pembaruan ini dulunya adalah harian pagi, namun, sekarang sudah menjadi harian sore. Hal ini dimulai sejak era tahun 1961 karena melihat realita banyaknya koran yang terbit pagi,sehingga kejadian hari itu baru dapat diketahui esok harinya. Karena itu Suara Pembaruan membuat terobosan dengan membuat harian sore agar khalayak dapat mengetahui berita terbaru hari itu dari siang sampai sore. Sejarah Suara Pembaruan yang aslinya bernama SINAR HARAPAN dimulai sejak zaman perjuangan. SINAR HARAPAN didukung oleh Parkindo (Partai Kristen Indonesia). Meskipun begitu, SINAR HARAPAN bukan koran partai. Akhir kunjungan, kami dikumpulkan di suatu ruang untuk belajar lagi lebih dalam mengenai koran. Tak lupa kami juga diberi makanan agar menambah semangat kami ^^ (mungkin). Suara Pembaruan sekarang bergabung dengan grup Lippo.
KERJA adalah RAHMAT
Aku Bekerja Tulus Penuh Syukur
KERJA adalah AMANAH
Aku Bekerja Benar Penuh Integritas
KERJA adalah PANGGILAN
Aku Bekerja Tuntas Penuh Tanggung Jawab
KERJA adalah AKTUALISASI DIRI
Aku Bekerja Penuh Semangat
KERJA adalah IBADAH
Aku Bekerja Serius Penuh Pengabdian
KERJA adalah SENI
Aku Bekerja Kreatif Penuh Sukacita
KERJA adalah KEHORMATAN
Aku Bekerja Unggul Penuh Ketekunan
KERJA adalah KEMULIAAN
Aku Bekerja Sempurna Penuh Pelayanan
(kata-kata yang selalu terdapat di tiap lantai kantor Suara Pembaruan)
No comments:
Post a Comment